Aceh

Masyarakat Aceh keluhkan mahalnya biaya rapid test Corona

ilustrasi: Rapid tes

Lhokseumawe, Mercinews.com – Intruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mematok tarif tertinggi rapid test mandiri sebesar Rp150 ribu, namun masih ada sejumlah rumah sakit di Kota Lhokseumawe yang masih mengabaikan ketentuan tersebut.

Keberatan biaya rapid test itu dikeluhkan oleh Hotli Simanjuntak warga Kota Banda Aceh yang melakukan tes cepat COVID-19 di klinik Vinca Rosea Lhokseumawe beberapa waktu lalu, ia menjalani rapid test sebagai syarat masuk ke area industri PLTMG Arun.

“Biaya rapid test di Lhokseumawe sangat mahal dipatok hingga Rp350 ribu. Padahal kan sudah ditentukan biayanya paling mahal Rp150 ribu,”kata Hotli Simanjuntak saat dihubungi di Lhokseumawe, Senin (5/9).

Menurutnya, jika biayanya semahal itu, dikhawatirkan tidak ada masyarakat yang mau untuk menjalani tes cepat. Dengan begitu maka penyebaran COVID-19 diyakini akan lebih cepat meluas.

“Apakah Peraturan Kemenkes belum sampai ke Lhokseumawe, seharusnya sudah kan? kalau melampaui ketetapan dengan memagok harga mahal saya yakin tidak ada masyarakat yang mau ikut rapid test,”katanya.

Baca juga:  Update Corona di RI Hari Ini: 8.882 Positif, 743 Meninggal dan 1.107 Sembuh

Sementara itu, Pimpinan Klinik Vinca Rosea Azhari mengatakan bahwa biaya rapid test yang ditetapkan pihaknya sudah sesuai dengan prosedur. Sebelum menetapkan harga rapid test pihaknya juga sudah menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Kenapa ditempat kita mahal, karena proses rapid test nya hanya memerlukan waktu yang cepat, sementara hasil rapid test ditempat lain membutuhkan waktu cukup lama, paling cepat dua hari,”katanya.

Selain itu kata Azhari, pasien yang melakukan rapid test di klinik Vinca Rosea nantinya akan diberikan surat keterangan dokter dari hasil tes itu serta pasien tidak perlu lagi surat rujukan dari dokter karena di klinik tersebut semuanya sudah include.

“Kemudian biaya tersebut juga sudah mencakup biaya alat APD bagi tim medis, dalam hal itu kami juga harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan tim medis dan pasien,”kata Azhari.

Ia menyebutkan, untuk biaya rapid test saja harganya sebesar Rp150 ribu, sementara untuk selebihnya adalah untuk biaya lain sebagainya seperti, biaya surat pengantar, surat keterangan dari dokter.

Baca juga:  RS Hasan Sadikin Bandung Isolasi WN China diduga terkena Virus Corona

Ia mengatakan bahwa tidak semua pasien ditetapkan biaya sebesar Rp350, namun ada juga pasien yang hanya dibebankan biaya Rp50 ribu.

“Di klinik Vinca Rosea juga melayani siapa saja yang ingin menjalani rapid test, untuk biaya sendiri tidak dipatokan dan sesuai kesanggupan pasien, namun tetap ada kriterianya,”kata Azhari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe dr Said Alam Zulfikar mengatakan bahwa memang benar ada surat edaran dari Kemenkes RI terkait harga maksimal rapid test yang ditetapkan sebesar Rp150.

“Dari surat edaran Kemenkes biaya maksimal rapid test Rp150, namun dalam surat tersebut tidak ada disebutkan sanksi jika masih ada rumah sakit maupun klinik yang masih menetapkan harga di atas ketentuan,”kata dr Said.

[]

Comments