Dunia Islam

Malam Nisfu Sya’Ban, Warga Ciamis Gelar Doa Agar Wabah Virus Corona Berakhir

Foto: Warga Majalaya Imbanagara Raya Ciamis melaksanakan nisfu sya'ban, berdoa agar wabah Corona segera berakhir (Dadang Hermansyah/detikcom).

Ciamis, Mercinews.com – Sebagian warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar malam Nisfu Sya’ban di setiap masjid. Salah satunya di Masjid Al Anwar, Dusun Majalaya blok Rancatunjung, Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis, Rabu malam (8/4/2020).

Nisfu Syaban dilaksanakan setiap pertengahan bulan Sya’ban. Warga berkumpul untuk berdoa bersama memohon ampunan menjelang bulan suci Ramadhan. Beberapa masjid lainnya melaksanakan Nisfu Sya’ban.

Namun, dalam kesempatan ini warga Ciamis berdoa supaya wabah Corona yang melanda negeri ini berakhir sebelum masuk bulan Ramadhan. Karena dampak virus Corona ini sangat dirasakan, terutama perekonomian warga.
Baca juga:
Cegah Corona, Angkutan Umum di Bandung Dibatasi hingga Pukul 19.00
Salah seorang jemaah, Kusnadi mengaku selama wabah Corona ini pekerjaannya sebagai buruh menjadi terhambat, karena imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah. Ia mengaku dalam malam Nisfu Sya’ban ini berdoa supaya wabah Corona ini segera berakhir.

“Memang sangat berdampak, terutama ekonomi. Sekarang kerjaan jadi terhambat. Semoga di malam ini, Allah SWT segera mencabut wabah Corona, amin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al Anwar Upen Suwandi mengatakan di Ciamis ini masih termasuk zona hijau Corona, meski ada 1 yang terkonfirmasi positif. Tentunya hal tersebut harus disyukuri, sehingga masih bisa berkumpul melaksanakan malam Nisfu Sya’ban.

Baca juga:  Kim Jong-un Dilaporkan Sembunyi karena Pengawalnya Diduga Terinfeksi Covid-19

“Alhamdulillah di Ciamis masih zona hijau. Kita berkumpul di masjid pada malam penuh barokah ini, kesempatan kita untuk berdoa memohon supaya wabah Corona segera berakhir sebelum Ramadhan. Sehingga kita bisa melaksanakan ibadah puasa dengan tenang, buka bersama dan salat tarawih bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengeluarkan instruksi terkait boleh dibukanya kembali masjid untuk warga salat Jumat. Selain itu dalam instruksi bernomor 14 tahun 2020 itu Marwan meminta warga menjalankan salat berjamaah magrib dan dilanjutkan berdoa bersama.

Intruksi itu ditujukan kepada masyarakat melalui pimpinan Pondok Pesantren, Pimpinan Organisasi lslam, DKM imam masjid dan guru ngaji di setiap RT/RW untuk memperbanyak doa terutama membaca ayat ayat Al-Qur’an, do’a Ratib Al Hadad dan do’a Ratib Al Atos setiap malam hari silih berganti.

“Pada malam Nisfu Sya’ban semua warga agar melaksanakan salat magrib berjamaah, lalu dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali oleh imam dan diikuti oleh semua jamaah dengan berniat agar dipanjangkan umur dalam keadaan sehat wal’afiat untuk beribadah kepada Allah Swt,” kutip detikcom dari instruksi yang dikeluarkan oleh Bupati Marwan tersebut.

Baca juga:  Pasar Tanah Abang Resmi Dibuka Hari Ini

Selain itu masih dalam instruksi tersebut, Marwan juga meminta masyarakat berdoa agar diselamatkan dari berbagai macam bala khususnya dari panderni COVID- 19 di lndonesia khususnya di Kabupaten Sukabumi.

“Memohon agar Allah SWT melimpahkan kesejahteraan, kemakmuran, dan keamanan bagi semua warga negara Republik lndonesia khususnya
warga Kabupaten Sukabumi. Untuk salat Jumat, salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya agar dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan,” lanjut Marwan.

Instruksi itu dikeluarkan berdasar pada surat edaran Bupati Sukabumi bernomor 442/1985.4/DINKES tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi coronavirus dan surat edaran Majelis Ulama lndonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi bernomor 016/MUI-KABSI/VI/2020.

Sebelumnya, Marwan juga memperbolehkan masyarakatnya untuk kembali menjalankan salat Jumat di masjid selama masa pandemi virus Corona. Namun, ia meminta aparat pemerintah di tingkat bawah untuk benar-benar memperhatikan protokol kesehatan sebelum hal itu dilakukan.

“Selama protokol kesehatan dijalankan saya rasa itu tidak masalah (melaksanakan salat Jumat). Makanya saya minta unsur pemerintahan desa, kecamatan, kepolisian dan puskesmas untuk membantu menjalankan protokol tersebut,” kata Marwan kepada detikcom pada Selasa (7/4/2020).

[m/news]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *