Peristiwa

Ketinggian banjir Aceh Tamiang mencapai 2 meter lebih

Banjir merendam rumah warga di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (23/1/2021). (Antara Aceh/HO-BPBD Aceh Tamiang)

Banda Aceh, Mercinews.com – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan ketinggian air banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai dua meter lebih, sehingga ribuan warga mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBA Ilyas di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan debit air paling tinggi di Kecamatan Bendahara, berkisar 1,2 hingga 2,5 meter dan Kecamatan Seruway dengan ketinggian air satu hingga 1,6 meter.

“Kondisi terakhir Kecamatan Bendahara dan Seruway air belum surut. Sedang di beberapa kecamatan lainnya, air sudah mulai surut,” kata Ilyas.

Ilyas menjelaskan banjir di Aceh Tamiang terjadi sejak Rabu (20/1) malam. Banjir dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi, sehingga membuat beberapa sungai meluap, kemudian merendam 52 desa di 11 kecamatan.

Baca juga:  Korban Banjir di Aceh Utara Kekurangan Logistik dan Mulai Gatal-gatal

Beberapa kecamatan terendam banjir seperti Bandar Pusaka, Tenggulun, Sekerak, Bendahara, Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Tanjung Karang, Rantau, Seruway, Kejuruan Muda dan Tamiang Hulu. Rata-rata ketinggian air mulai 50 sentimeter hingga 2,5 meter di sejumlah lokasi.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan beberapa desa yang yang berada di sepanjang aliran sungai mengalami banjir dan tanggul pecah di beberapa titik,” katanya menjelaskan.

Baca juga:  Surabaya Banjir, Warganet Salahkan Anies Baswedan

Data sementara BPBD Aceh Tamiang, lanjut Ilyas, korban yang terdampak mencapai 27.733 jiwa dalam 7.671 kepala keluarga (KK). Sedangkan yang mengungsi 4.156 jiwa dalam 1.251 KK, meliputi warga Kecamatan Bandar Pusaka, Sekerak, Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Rantau, Bendahara, Tenggulun dan Suruway.

“Sebanyak 22.018 jiwa dalam 5.983 kepala keluarga tidak mengungsi. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. BPBD Aceh Tamiang terus melakukan koordinasi dengan perangkat gampong, pemantauan debit air sungai dan pendataan,” katanya.

[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *