Kehadiran Smoothie Instan Ramah Lingkungan Sebagai Inovasi Langkah Pencegahan Surplus Produksi Pangan

Rabu, 5 April 2023 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Kurangnya efektivitas dalam pengolahan dan perilaku konsumsi masyarakat Indonesia menyebabkan tingginya jumlah bahan makanan mentah yang gagal diolah menjadi makanan dan akhirnya dibuang yang biasa disebut sebagai susut pangan atau Food Loss. Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara penghasil sampah makanan terbanyak di dunia setelah Arab Saudi.

Berdasarkan laporan dan kajian mengenai Food Loss and Waste (FLW) yang dilakukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan sejumlah lembaga lain, menyebutkan ada sekitar 23-48 juta ton tiap tahunnya makanan yang terbuang selama sekitar 20 tahun terakhir.

Adapun jenis pangan yang prosesnya paling tidak efisien, karena banyak terbuang dalam rantai pangan adalah sayur dan buah. Menurut data Kementerian Pertanian Indonesia diperkirakan kehilangan sayuran dan buah-buahan di Indonesia mencapai sekitar 8,7 juta ton per tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor penyebab terjadinya food loss yang masih sering dilakukan masyarakat adalah membuang makanan yang dianggap buruk atau ugly food. Pangan tidak sempurna ini didefinisikan sebagai produk yang tidak memenuhi standar pasar dari segi penampilan yang biasanya diterapkan dalam industri pangan. Makanan tersebut dianggap tidak menarik karena tidak sesuai dengan produk yang ditampilkan baik dalam bentuk, warna, maupun ukurannya.

Baca Juga:  PalmCo Sukses Raih ESG Awards 2025 Berkat Energi Terbarukan dan Tata Kelola Berkelanjutan

Ugly food biasanya produk yang tidak lolos seleksi pada industri pangan atau supermarket karena masih banyak masyarakat yang terpaku dengan standar penampilan pangan (food cosmetic standard).

Pada saat pemilihan hasil panen, apabila terdapat hasil panen sayuran atau buah-buahan yang tidak sempurna, hasil pangan tersebut tidak akan masuk ke dalam produk unggulan.

Akibatnya, banyak hasil pangan yang terbuang sia-sia karena tidak bisa dipasarkan, padahal produk yang tidak sempurna ini memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah baiknya dibandingkan dengan produk yang tampilannya menarik.

Indonesia sebagai negara agraris dimana sektor pertanian sebagai penopang perekonomian, tentunya fenomena Food Loss ini menjadi tugas kita bersama, kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk menurunkan angka kehilangan pangan untuk mengurangi kerawanan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

Baca Juga:  3 ton ikan terpaksa dibuang nelayan di Lampulo, DKP Aceh upayakan cari solusi

Salah satunya dengan cerdas mengelola Ugly Food sebagai pangan yang bernutrisi tinggi. Fruyee, perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial mengolah surplus hasil pertanian menjadi produk berkualitas merilis produk smoothie instan berupa pangan kombinasi buah, sayur dan superfood lainnya.

Hasil pangan ini diambil langsung dari petani lokal terutama produk yang memiliki bentuk dan tampilan kurang sempurna yang sulit diterima di pasaran.

Dengan begitu, Fruyee membantu para petani lokal memberdayakan hasil panen mereka dan memasarkan pangannya.

Bisnis yang telah berdiri sejak tahun 2022 ini, memilih produknya menggunakan bahan-bahan yang bersumber secara lokal dan proses produksi yang dirancang untuk mencegah penumpukan sampah pangan akibat gagal olah dengan tujuan untuk melindungi lingkungan.

Produk yang baru dirilis pada bulan April berupa smoothie instan dengan bahan ramah lingkungan yang bisa membantu konsumen dalam memenuhi nutrisi harian. “Dengan adanya Fruyee Smoothies Instan, kita semua bisa sadar gak cuma tentang pentingnya pemenuhan nutrisi harian tapi juga dampak apa yang kita konsumsi ke lingkungan,” ujar Rayi selaku Founder Fruyee.

Baca Juga:  Makin Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 76 Ribu per Kg

Fruyee membawa misi untuk menciptakan sistem pertanian berkelanjutan dengan mengurangi hasil pertanian berlebih dan memberdayakan hasil panen mereka yang seringkali terbuang.

Selaras dengan program dari Direktorat Jenderal Hortikultura dalam mendorong penumbuhan dan pengembangan UMKM Hortikultura yang mampu mengatasi surplus produksi.

Program UMKM Hortikultura ini ditargetkan kepada petani lokal untuk menyelamatkan produk saat panen raya, stabilisasi harga serta meningkatkan nilai tambah dalam bentuk produk olahan dan bahan baku industri.

Selanjutnya, Fruyee akan selalu melakukan kampanye untuk menyemarakkan gaya hidup yang berkelanjutan (sustainable) dan gaya hidup sehat.

Fruyee berkomitmen untuk memproduksi bahan secara berkelanjutan, berkontribusi pada sistem pangan yang lebih berkelanjutan, serta mendorong konsumen untuk lebih memilih produk yang mendukung gaya hidup berkelanjutan, dan dampak positif dari ramah lingkungan.

(*)

Berita Terkait

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport
PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir
CPO PTPN IV PalmCo Diperkuat melalui Kemitraan dengan Petani
Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Usai Dicopot sebagai Menkeu
Suahasil Nazara Dilantik sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya
Dua Regional PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan Kemitraan Sawit Rakyat
Abah Anton Charliyan Dorong Pengusaha Jiangxi Perkuat Investasi di Jawa Barat
Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 00:32 WIB

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport

Sabtu, 19 September 2026 - 09:22 WIB

PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir

Rabu, 16 September 2026 - 23:13 WIB

CPO PTPN IV PalmCo Diperkuat melalui Kemitraan dengan Petani

Rabu, 16 September 2026 - 21:22 WIB

Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Usai Dicopot sebagai Menkeu

Senin, 14 September 2026 - 18:00 WIB

Suahasil Nazara Dilantik sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB