Israel siap melakukan gencatan senjata dengan imbalan pembebasan sandera

Minggu, 5 Mei 2024 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com – Israel siap untuk melakukan gencatan senjata sementara dengan gerakan Hamas dengan imbalan pembebasan para sandera. Hal ini diungkapkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pidatonya di depan negara. Pada Minggu (5/5/2024).

Menurutnya, Israel “tetap siap untuk mencapai kesepakatan mengenai penghentian permusuhan” untuk pembebasan para sandera. Netanyahu ingat bahwa gencatan senjata telah selesai dan memungkinkan kembalinya 124 orang.

Baca Juga:  Rusia: Kekalahan pos komando musuh dan hilangnya nasionalis Ukraina

“Selama beberapa minggu terakhir, kami telah bekerja sepanjang waktu untuk mencapai kesepakatan yang akan mengembalikan mereka yang diculik,” kata perdana menteri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat yang sama, dia mengatakan bahwa dia tidak menerima kembalinya Jalur Gaza ke kendali Hamas. “Kami belum siap menerima keadaan ini,” tegas Netanyahu. Menurutnya, hal ini akan menyebabkan gerakan tersebut kembali mengancam warga Israel di pemukiman sekitar daerah kantong tersebut.

Baca Juga:  Mahmoud Abbas menolak berbicara melalui telepon dengan Biden
Pejuang Hamas

Netanyahu mengkritik tuntutan Hamas untuk menarik seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza. Menyetujui mereka, menurut pendapatnya, berarti menyerah. Dalam hal ini, perdana menteri Israel berjanji untuk “melanjutkan permusuhan sampai semua tujuan perang tercapai.”

Baca Juga:  Para Demonstran pro-Palestina menghancurkan kafe Starbucks di Batman Turki

Negosiasi saat ini sedang berlangsung di Mesir untuk melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza dan membebaskan sandera yang ditahan oleh Hamas.

Upaya baru-baru ini untuk merundingkan gencatan senjata tidak membuahkan hasil karena ketidaksepakatan antara Israel dan Hamas dengan persyaratan yang diajukan oleh pihak lain.(*)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB