Internasional

Israel Sebut Belum Ada Kesepahaman dengan AS Soal Aneksasi Tepi Barat

wilayah di Tepi Barat, termasuk Lembah Jordan yang strategis. Foto/REUTERS

Tel Aviv, Mercinews.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu belum menjembatani kesenjangan dengan Amerika Serikat (AS) dan mitra koalisi utamanya di pemerintahan Israel atas rencana aneksasi Tepi Barat, Palestina. Hal itu disampaikan Menteri Urusan Pemukiman Israel, Tzipi Hotovely.

Pernyataan Hotovely menunjukkan kesulitan yang bisa dihadapi Netanyahu dalam mengimplementasikan langkah di wilayah pendudukan itu. Pemerintah Israel awalnya dijadwalkan untuk menjalankan rencananya pada tanggal 1 Juli mendatang.

Baca juga:  Polisi Israel larang azan dari Masjid Al Aqsha

“Ada kesenjangan antara Amerika dan kami dalam masalah ini dan antara kami dan mitra senior kami dalam pemerintah persatuan, Biru dan Putih,” kata Hotovely, seperti dilansir Reuters pada Kamis (11/6/2020).

Dia merujuk pada partai sentris yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz yang telah menyerukan dialog internasional yang luas tentang masalah ini.

Hotovely menyebut belum ada peta yang disepakati dalam hal ini. “Belum ada peta yang disetujui. Peta itu harus disetujui oleh bagian dari pemerintah (Israel) dan oleh pihak Amerika,” ujarnya.

Baca juga:  Senator Top AS: Saya Akan Terkejut jika Kim Jong-un Tak Meninggal Dunia

Seorang pejabat AS mengatakan krisis Covid-19 telah mempersulit semua anggota komite pemetaan untuk bersidang. Sebagian besar negara melihat pemukiman Israel di tanah Palestina yang diduduki sebagai ilegal.

[m/]

Comments