Aceh

Gedung Workshop di Abdya sudah setahun lebih Terlantar

foto/Gedung Workshop di aceh barat daya

Blangpidie ( Mercinews) – Gedung Workshop dan Gudang bongkar muat barang di Komplek Terminal sekarang ditempati Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih terlantar tanpa digunakan sebagaimana mestinya. Dikhawatirkan kedua gedung itu akan rusak kalau dibiarkan seperti itu.

Pantauan awak media di lokasi Kamis (30/8), gedung tersebut yang dibangun pada Tahun 2017 tersebut disekeliling bangunan itu sudah ditumbuhi rumput liar sehingga sangat sulit menuju ke lokasi. Selain itu, akses jalan juga tidak tersedia kecuali jalan untuk dilewati truk saat dibangun pertama sekali.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Abdya Rahwadi, ST kepada Mercinews.com, mengakui kalau bangunan yang dibangun Tahun 2017 lalu dengan biaya bersumber dari Otsus belum difungsikan.

Baca juga:  BFLF Abdya gelar Aksi bagi Nasi Sedekah

Ia menjelaskan, ada beberapa sebab sehingga bangunan mewah tersebut belum dipakai, lantaran untuk gedung workshop alat-alat kelengkapannya seperti mobiler gedung belum tersedia. Selain itu fasilitas perbengkelan juga belum ada. Artinya bangunan itu hanya ada gedung tapi isinya belum ada sama sekali.

Selain itu, akses jalan menuju ke sana juga belum tersedia termasuk pagar pengamanan belum dibangun.

“Tapi kalau untuk gudang bongkar tinggal jalan saja. Karena itu akses menuju ke sana dan pagar belum ada. Kalau itu sudah tersedia maka kami langsung memakainya sesuai mekanismenya,” katanya.

Rahwadi menyebutkan sebenarnya gedung workshop itu akan difungsikan untuk bengkel, tempat servis mobil. Bahkan kalau sudah lengkap bisa digunakan untuk Balai Latihan Kerja (BLK) dan pelajar SMK bisa magang di sini.

Baca juga:  Pemuda Pecinta Ulama di Abdya Meminta MPU Aceh Segera Selesaikan Kisruh Umat

“Tapi itu kalau sudah lengkap syaratnya ,”sebut Rahwadi.

Rahwadi juga menambahkan, untuk fasilitas dan peralatan memang sudah diusulkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasikan. Selain itu kalau gedung workshop itu difungsikan maka akan menjadi sumber PAD baru bagi Kabupaten Abdya.

“Termasuk kalau gedung itu difungsikan maka mobil dinas juga bisa dialihkan ke gedung itu untuk diservis dan diperbaiki. Dengan demikian bisa menghemat anggaran daerah,”kata Rahwadi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *