Hukum

Dua perempuan muda mengaku dirampok pria bercelurit di Aceh Utara

Ilustrasi Carok-Celurit . (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Lhoksukon, Mercinews.com – Dua perempuan muda yang bekerja di PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yang berkantor di Kabupaten Aceh Utara mengaku dirampok pria bercelurit di kawasan perkebunan sawit Gampong (desa) Alue Seumambu, Kecamatan Cot Girek, kabupaten setempat, uang tunai Rp 20 juta raib dalam kasus tersebut.

Dua perempuan muda itu masing- masing Mutmainnah (22), warga Kecamatan Bando Baro, Aceh Utara dan Rahma Dewi (22), warga Kecamatang Matangkuli, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Cot Girek Ipda Suherman di Aceh Utara, Kamis (12/11). kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya.

“Korban mengaku dirampok seorang pria tak dikenal di area perkebunan sawit Gampong Alue Seumambu, Kecamatan Cot Girek pada Selasa (10/11) siang,” kata Kapolsek menjelaskan.

Baca juga:  Mobil Pengusaha Asal Jakarta Dibobol OTK di Lhoksukon, Uang Rp 150 Juta Raib

Mereka datang melapor ke kantor Polsek Cot Girek dan mengaku telah menyerahkan uang tunai Rp 50 juta kepada pelaku, namun pelaku hanya mengambil Rp 20 juta saja dalam kejadian itu.

“Korban mengaku saat itu sedang mengendarai sepeda motor melintas di areal kebun sawit, tiba-tiba dikejutkan oleh pelaku yang keluar dari balik pohon sawit hingga korban ini terjatuh,” sebut Ipda Suherman.

Begitu korban terjatuh, kata Kapolsek lagi, pelaku yang memakai helm dan membawa senjata tajam sejenis celurit itu menyuruh kedua korban untuk menaiki kembali motor mereka dan pelaku ikut membonceng di atas sepeda motor dan meminta korban berjalan ke tengah perkebunan.

Di tengah kebun sawit, lantas pelaku meminta korban mematikan handphone mereka, kemudian meminta korban Mutmainnah memasukkan uang Rp 50 juta ke kantong kresek.

Baca juga:  Polisi Berkeliling Desa di Aceh Utara, Jualan Sembako Super Murah

“Dari uang Rp 50 juta ini, pelaku hanya mengambil Rp 20 juta saja, sisanya dikembalikan pada korban,” ujar Ipda Suherman.

Kepada petugas, korban juga mengaku bahwasanya pelaku sempat mengatakan dirinya adalah suruhan saingan pimpinan tempat korban bekerja yang diminta untuk membunuh kedua korban.

Namun disebutkan pelaku hanya mengambil uang saja lalu menyuruh kedua korban pergi.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan atas laporan ini,” pungkas Ipda Suherman.

Comments