Hukum

DPRA Adukan Nova Iriansyah ke KPK, Memimpin Aceh Seperti Perusahaan Pribadi

Pimpinan DPR Aceh saat menyerahkan laporan kepada KPK. Foto: Ist

Jakarta, Mercinews.com – Ketua dan sejumlah anggota DPRA, Jumat (18/9/2020) melaporkan Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan tersebut salah satunya dilatarbelakangi oleh tidak kunjungnya dibuka dokumen refocusing APBA 2020.

Informasi yang diperoleh aceHTrend, DPRA sudah tidak bisa lagi menolerir perilaku Nova yang memimpin Aceh seperti perusahaan pribadi yang tidak sehat.

Laporan tertulis dari DPRA diserahkan dan dterima oleh Koordinator Wilayah KPK untuk Aceh atas nama Agus.

Tarmizi, SIP, anggota DPRA yang ikut hadir ke Gedung Merah Putih, mengatakan sesuai aturan dana refocusing digunakan untuk tiga sektor yaitu kesehatan, sosial dan ekonomi.

Baca juga:  Begini Kronologi OTT Gubernur Aceh, Bupati Bener Meriah dan 2 orang Swasta

Dia menduga, tidak terbukanya dokumen refocusing APBA senilai Rp2,5 triliun,karena telah banyak digunakan untuk kegiatan selain tiga hal di atas.

“Dengar-dengar Pemerintah Aceh menganggarkan untuk bayar pengadaan alat peraga sekolah di Dinas Pendidikan Rp100 miliar lebih,” tulis Tarmizi di laman Facebook-nya.

Sementara itu, dr. Purnama Setia Budi, yang ikut hadir ke KPK dua hari lalu mengatakan, pelaporan Nova ke KPK sebagai langkah menyelamatkan Aceh dari kesewenang-wenangan. “Nova mencoba mematahkan semua fungsi DPRA. Dia tidak bersikap seperti gubernur. Tapi jauh di bawah itu. Etika, aturan, semua dilabrak,” kata Purnama.

Baca juga:  Pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad isi kajian di Gedung KPK

Menurut politisi PKS itu, keputusan anggota Parlemen Aceh melaporkan Nova ke KPK sebagai partisipasi mereka untuk mewujudkan Pemerintahan Aceh good governance and clean govermance. Bila Nova memilih mengelola Aceh dengan petantang-petenteng, maka DPRA memilih jalan yang lebih beradap. []

 

Sumber: aceHTrend

Comments