Aceh

Begini progres pembangunan Pesantren Banu Ibrahim Abdya

Pekerja tengah mengerjakan pembangunan pesantren Banu Ibrahim di Dusun Alue Badeuk, Desa Cot Mane, Jeumpa, Aceh Barat Daya, Jumat (ANTARA/Suprian)

Blangpidie Mercinews.com
Pembangunan Pesantren Banu Ibrahim di Kawasan perbukitan Dusun Alue Badeuk, Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ditargetkan bisa difungsikan pada tahun 2022.

“Alhamdulillah, progres pengerjaan fisik Ponpes Banu Ibrahim mulai menunjukkan kemajuan yakni telah masuk tahapan pengecoran lantai dan balok atas masjid dan pekerjaan atap 26 lokal gedung santri tingkat tsanawiyah,” kata Bupati Abdya Akmal Ibrahim di Blangpidie, Jumat

Akmal Ibrahim menjelaskan Masjid Banu Ibrahim yang tengah dibangun di komplek pesantren modern itu dirancang mampu menampung jamaah santri sekitar 1.500 orang, paduan antara tingkat tsanawiyah dan tingkat Aliyah.

“Setelah ini selesai baru kita mulai pembangunan asrama santri dan fasilitas pendukung lain seperti gedung Workshop, kantor, ruang laundry, kantin, fasilitas air bersih, klinik kesehatan dan kebutuhan lainnya,” kata Akmal

Baca juga:  Polres Aceh Barat Daya tangkap oknum Satpol PP pengedar ganja

Akmal Ibrahim bersama keluarganya mendirikan pesantren modern di atas lahan seluas sekitar 30 hektar tersebut sebagai langkah dan upaya dalam menjawab tantangan era teknologi dunia yang semakin canggih.

Di Ponpes tersebut selain mengajarkan ilmu agama Islam, santri di pesantren yang dibangun oleh bupati Akmal secara mandiri itu nantinya juga diajarkan empat ilmu keahlian lain seperti ilmu teknologi, elektro, ilmu rekayasa dan ilmu pertanian.

Menurut Akmal, empat ilmu keahlian tersebut perlu diajarkan pada santri di pesantren mengingat zaman dan teknologi semakin maju. Sistem kehidupan manusia yang nantinya akan dikendalikan dengan teknologi dan elektro

Baca juga:  Abrasi Pantai, Sejumlah Rumah Di Abdya Rusak Berat

“Ini pesantren keluarga. Disamping tempat mendidik keluarga juga tempat menuntut ilmu agama bagi santri-santri lain. Jadi, pesantren ini saya letakkan prinsip wasiat. Pengelolaannya tidak boleh minta sedekah,” kata Akmal

Ia menambahkan sumber dana untuk kebutuhan pesantren Banu Ibrahim jauh-jauh hari sudah disiapkannya, baik dari kebun Jengkol, kelapa sawit dan sawah.

“Semoga Allah SWT mampukan keluarga Banu Ibrahim dalam mempersembahkan pesantren modern berkeahlian untuk umat di pantai Barat-Selatan Aceh ini. Amin,” kata Akmal Ibrahim.

[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *