Peristiwa

Akibat Jalan Rusak, Ibu Asal Bener Meriah Melahirkan di Tengah Jalan

Foto: Ist

Bener Meriah, Mercinews.com – Nurjanah, wanita hamil asal Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah, terpaksa melahirkan di tengah jalan saat perjalanan menuju ke Rumah Sakit Muyang Kute. Penyebabnya adalah ambulan yang membawa perempuan hamil itu lengket di tengah jalan akibat jalan yang rusak di lintas jalan Samar Kilang.

Beruntung, walaupun melahirkan dalam mobil, kondisi Nurjanah sehat dan anak yang dilahirkan selamat. Padahal jalan yang dilewati perempuan itu saat dibawa ke rumah sakit sangat berliku, rusak dan berdebu. Tapi keluarga dari Nurjanah tidak punya pilihan lain selain melewati jalan tersebut.

Informasi tersebut diperoleh AJNN dari Direktur Ramung Institute, Waladan Yoga.

Yoga mengungkapkan keluarga perempuan itu tak mempunyai pilihan lain selain harus melewati jalan yang rusak itu.

“Untuk melahirkan saja kak Nurjanah harus berjibaku dengan sangat-sangat hebat. Alhamdulillah kondisi bayi yang dilahirkan dan ibunya sehat,” kata Waladan Yoga, Kamis (29/10) di Redelong.

“Cukup sudah ya, cukup kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, para pengambil kebijakan harus membuka mata hati dan melihat kondisi nyata di lapangan,” sambung Waladan.

Walaupun dirinya secara pribadi tidak ingin masuk dalam ranah konflik antara DPRA dan Plt Gubernur Aceh soal proyek multiyears, namun kejadian yang menimpa Nurjanah ini merupakan ekses dari kurangnya pembangunan di wilayah tersebut.

Baca juga:  Demo ke DPRK Aceh Tengah, Warga Ketol Ancam Pindah ke Bener Meriah

“Disatu sisi proyek multiyears ini sangat dibutuhkan kawasan pedalaman, terutama kawasan Samar Kilang dan sekitarnya, namun disisi lain DPRA membatalkan proyek ini secara sepihak,” ujar Waladan.

Ia juga meminta semua pihak untuk melihat kondisi masyarakat pedalaman Aceh secara keseluruhan, konflik di tingkat elite jangan yang menjadi korban masyarakat.

Dirinya berharap kisah Nurjanah bisa menggugah semua pihak, jangan sampai ada Nurjanah lain lagi di lintasan Samar Kilang itu.

“Apakah harus kejadian dulu dengan Nurjanah lainnya, berjuang untuk mendapatkan layanan terbaik di tengah kondisi infrastruktur yang sangat tidak layak, baru infrastruktur dibangun,” ujarnya.

“Sudahlah, masihkah kita terus dipertontonkan konflik antara DPRA dan Plt Gubernur untuk terus terusan ngotot membatalkan proyek multiyears ini, duduklah dengan bijak selesaikan dengan cara yang baik, ruang komunikasi politik harus dibuka selebar lebarnya,” tambah Waladan.

Ia berharap anggota DPRA asal Gayo yang ikut membatalkan proyek multiyears ini semoga diberi umur panjang dan diberi kesehatan selalu.

Baca juga:  Plt Gubernur Lantik Abuya Syarkawi Jadi Bupati Bener Meriah ganti Ahmadi

Selain itu, ia meminta Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi untuk mengevaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah.

Melihat kronologis dan kejadian fakta di lapangan, membuat semua pihak merasa sedih dan miris. Dimana dari pengakuan keluarga korban, nyaris tidak pernah ada tenaga kesehatan di puskesmas, dan hanya ada satu orang Bidan di Samar Kilang.

Sarkawi, kata Waladan, harus mengevaluasi kinerja jajaran Dinas Kesehatan Bener Meriah, Dinkes Bener Meriah harus diminta pertanggungjawaban kenapa hal ini sampai terjadi.

“Kenapa sampai hampir tidak ada petugas medis disana, harusnya ada dokter yang bertugas sebagai kepala puskesmas, kenapa sampai kosong,” ungkapnya.

Padahal, kata Waladan, pelayanan kesehatan adalah hak dasar yang harus selalu diberikan dan dilakukan dengan cara yang baik.

“Jika benar sampai kosong, petugas medis yang harusnya bertugas disana kemana? Untuk itu, tidak ada jalan lain, bupati harus berikan sanksi yang keras, kepala dinasnya juga harus diminta pertanggungjawaban kenapa kesannya membiarkan petugas medis di Puskesmas seperti itu, apakah Kadis kesehatannya pernah lakukan evaluasi harian, mingguan atau bulanan untuk mengontrol kinerja bawahannya,” jelasnya.

[]

Comments