Aceh

14 Nelayan asal Iran terdampar di perairan Meulaboh Aceh Barat

Sebanyak 14 orang warga negara asing (WNA) asal Iran masih diamankan diatas kapal setelah terdampar di perairan Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat,/ Foto: Ajnn.net

Meulaboh, Mercinews.com – Sebanyak 14 orang Nelayan warga negara asing (WNA) asal Iran hingga Selasa (28/1/2020) siang masih terdampar di perairan Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat, setelah kapal yang ditumpangi warga asing ini rusak sejak berada di kawasan Maladewa (Maldives).

Ada pun identitas ke-14 warga asing yang terdampar tersebut masing-masing Lal Muhammad, Annar, Al Abbas, Abdullah, Mohammad Rafiq, Abdul Nasir, Abdullah Fariziq, Jawi, Ismail, Muhammad Rafiq, Nathim, Adam, Syahaqi, serta Amir Muhammad.

“Kami masih melakukan pengecekan dokumen keimigrasian kepada 14 WNA asal Iran yang terdampar ini,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh, Azhar diwakili Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Adi Hari Pianto, Selasa siang di Meulaboh.

Baca juga:  Kalapas Meulaboh: Ada Oknum Sipir Terlibat Peredaran Narkoba di Lapas

Menurutnya, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari kalangan nelayan lokal di Aceh Barat, kapal asing kewarganegaraan Iran yang sebelumnya terdampar di kawasan Samudera Hindia/Samudera Indonesia bagian barat tersebut ditarik oleh kapal motor Oen Ijo ke perairan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat pada Senin (27/1/2020) malam.

Kapal tersebut diduga terdampar di perairan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dikarenakan Pum Pizzle (pompa oli) di bagian mesin tidak berfungsi.

“Awal mula mati mesin kapal di perairan Maldives (Maladewa) pada koordinat 04° 26′ 616 N 064° 22′ 488 E. Mereka terombang ambing hingga sampai ke perairan Meulaboh dengan jarak kurang lebih 15 mil laut dari daratan,” kata Adi Hari Pianto menambahkan.

Kapal yang berisi 14 WNA tersebut kemudian di tarik oleh Kapal Motor Oen Ijo hingga sampai ke depan (bandar) Pelabuhan Jetty Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat di koordinat 04° 7′ 39.306″ N 96° 8′ 15.2088 E.

Menurutnya, kapal tersebut tidak memiliki bendera kenegaraan dan dokumen.

Baca juga:  Nelayan asal Aceh Barat hilang jatuh ke laut lepas

Saat ini, kata dia, kapal yang rusak tersebut sedang dilakukan pengecekan dan komponen yang rusak dan akan di bawa ke darat untuk dilakukan perbaikan.

“Untuk tindak lanjut petugas imigrasi mencoba untuk berkomunikasi dengan Kedubes Iran di Indonesia di Jakarta,” katanya pula.

Imigrasi Meulaboh juga berupaya menghubungi UNHCR terkait permasalahan ini dikarenakan petugas mengalami kesulitan karena terkendala bahasa, karena para nelayan asing tersebut menggunakan bahasa Persia, tuturnya. [m/]

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Uploader : Salahuddin Wahid

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *