Teknologi

KPA Julok Wilayah Peureulak Kecam Penghina GAM di Facebook

Mercinews.com, Aceh Timur – Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Julok Cut, wilayah Peureulak, mengecam keras atas penghinaan terharap Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dilontarkan oleh salah satu akun facebook atas nama Miswar yang saat ini sedang viral di media sosial.

Hal itu disampaikan Yuswanda atau sering disapa Teutra Rusia, Panglima GAM Sagoe Julok Cut, wilayah Peureulak ( Aceh Timur) kepada mediaaceh, di sebuah cafe di Aceh Timur, Minggu 7 Januari 2018.

Menurutnya, penghinaan yang ditulis melalui akun facebook atas nama Miswar tersebut sangat menyakitkan hati GAM ban sigom Bansa Aceh, dan ini menjadi sebuah ingatan bagi dirinya dan KPA seluruh Bansa Aceh untuk mencari keberadaan pemilik akun facebook itu yang diketahui atas nama Miswar agar meminta maaf kepada publik khususnya kepada GAM dan rakyat Aceh.

“Kami tidak pernah mencari masalah dengan siapapun, tapi ingat jika sudah dijual, kami KPA ban sigom Aceh akan borong, dimanapun keberadaannya, kami akan mencari Miswar itu,” kecam Yuswanda.

Menurutnya, memang saat ini individu GAM atau KPA saat ini sudah banyak menentukan nasibnya sendiri dengan berbagai latar belakang baik profesi ataupun rutinitas masing-masing. Namun kata Yuswanda, perlu diketahui bahwa GAM atau KPA tetap memiliki barisan dan struktur militer yang kokoh dengan dikomandoi oleh seorang panglima.

“GAM lahir dari perjuangan dan darah bangsa Aceh dan kami memiliki struktur¬† militer yang kokoh dengan dikomandoi oleh seorang panglima layaknya seperti TNI dan Polri, dan kami juga akan bergerak kapan saja, dimana saja, ketika panglima kami sudah meniupkan terompet perang, itu harus diingat, jadi jangan salahkan kami jika tubuh kami mulai digores dengan luka,” ungkap Yuswanda.

Anak dari mantan petinggi GAM di Aceh Timur itu juga menyarankan kepada pemilik akun facebook atas nama Miswar itu untuk segera meminta maaf kepada rakyat Aceh khususnya GAM atau KPA saat ini atas tulisannya telah menyakitkan GAM ban sigom Aceh, karena dirinya khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

“Saran saya lebih baik minta maaf saja kepada publik, karena jangan bangunkan singa yang lagi tidur, kita sayang jika suatu saat akan terjadi hal- hal yang tidak kita inginkan, semoga dia cepat sadar atas perbuatannya,” pungkas Yuswanda.[] mediaaceh.co

Mercinews.com memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

[email protected]

[email protected]

Copyright © 2016-2018 Mercinews.com. All Rights Reserved.

Ke Atas