Kesehatan

Tak Bisa Pasang Infus, Kualitas Perawat di Rumah Sakit Aceh Singkil Dipertanyakan

Mercinews.com, Aceh Singkil – Dunia kesehatan di Bumi Serambi mekkah kembali berduka, atas meninggalnya seorang bayi dirumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Singkil. Kasus meninggalnya seorang bayi disebabkan oleh kelalaian yang dilakukan oleh pihak rumah sakit tersebut.

Salah satu Anggota DPD asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma ikut prihatin dengan kasus tersebut. Haji Uma menyatakan, suatu hal yang tidak masuk akal dimana Rumah sakit Type C tidak ada perawat yang bisa pasang Infus.

“Saya meminta kepada pihak kepolisian untuk mengungkap hal ini karna ini bentuk kelalaian dan melanggar UU 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan.

Hal ini sangat tidak rasional apabila yang ahli dalam pemasangan sedang di luar kota.  Lagi pula 150 orang pegawai lebih yang bekerja sungguh suatu alasan yang tidak masuk akal cuma satu orang saja yang punya keahlian,” kata Haji Uma.

Menurutnya kejadian tersebut bisa menjadi mala petaka besar pada sejumlah pasien yang menggantungkan nasip kesehatan di rumah sakit kabupaten tersebut.

Baca: Viral di Medsos, Bayi Meninggal Terlambat Penanganan di RSUD Aceh Singkil

 Ia juga mengimbau pihak kepolisian untuk segera di lakukan penyelidikan dan evaluasi secara menyeluruh akan kompetensi para medis di sana. Apakah ada unsur kelalaian dalam  proses perekrutan awal yang bodong artinya tidak memenuhi kelayakan dan kopetensi.

“Saya selaku Anggota DPD RI meminta pihak kepolisian untuk segera turun kelapangan dan memeriksa semua pihak. Kalau memang ada unsur sengaja dan kelalaian segera ditindak,” katanya.

Sementara itu, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh menyatakan sangat prihatin dan menyampaikan rasa bela sungkawa yang sanga dalam pada keluarga atas kejadin tersebut.

Ketua KPPAA Firdaus D.Nyak Idin menyatakan kecewa yang sangat dalam atas terjadinya kasus tersebut. Kasus tersebut menunjukkan rendahnya kualitas petugas kesehatan yang ada di rumah sakit tersebut.

“Kami mempertanyakan sistem rekrutmen tenaga kesehatan di rumah sakit itu, sehingga hanya satu orang yang memiliki kemampuan memasang infus pada bayi. Kemudian menjadi pertanyaan lagi, bagaimana bisa petugas kesehatan yang rendah kualitasnya di rumah sakit itu bisa mendapat STR dari instansi berwenang,” kata Firdaus D.Nyak Idin.

Pihaknya beranggapan kasus tersebut bisa menjadi indikasi awal rendahnya pelayanan kesehatan secara keseluruhan di Aceh Singkil.

“Kami berharap Pemkab Singkil dan Pemerintah Aceh agar melakukan langkah-langkah efektif dan efesien, misalnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rekrutmen petugas kesehatan di Rumah Sakit Singkil maupun rumah sakit lainnya,sehingga peristiwa tersebut tidak terulang lagi,” ujarnya.

  • 194
    Shares
Ke Atas