Tokoh

Abu Kuta Krueng dan Ketua HUDA Pidie Jaya Dukung Aksi Kapolres Aceh Utara

Mercinews.com, Aceh Jaya – Tgk H Usman Ali atau lebih akrab disapa Abu Kuta Krueng, Pimpinan Dayah Al-Munawwarah
Abu Kuta Krueng-Ulee Gle, dan Ketua HUDA setempat, sangat mendukung kerja Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata terhadap operasi pekat (penyakit masyarakat) yang dilancarkan pekan lalu.

Ditemui Serambi, di kediamannya, Jumat (2/2/2018) menjelang siang, Abu Kuta sedang menerima sejumlah tamu yang datang secara silih berganti ke rumahnya.

Kendati dalam kondisi kurang sehat, badan tampak lemas dan sambil merebahkan tubuhnya ke dinding beralaskan bantal, namun ulama kharismatik ini dengan setia melayani siapa saja orang yang datang menjenguknya.

Dalam pertemuan singkat dengan Serambi, yang hanya berlangsung sekitar sepuluh menit, Abu Kuta mengaku bahwa kasus yang kini heboh di Aceh Utara khususnya Kecamatan Lhoksukon dan Panton Labu Kecamatan Tanah Jambo Aye ikut terhembus hingga ke telinganya.

Kendati ulama ini tidak mengikuti melalui media massa, namun dari hasil apa yang didengar dan disampaikan beberapa warga kepadanya menyangkut dengan praktek Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) yang terjadi di beberapa salon.

Abu Kuta Krueng dengan nada tegas mengatakan bahwa, penyakit masyarakat seperti yang ditemukan Kapolres tersebut hendaknya jangan ada di bumi Aceh yang berjulukan Serambi Mekkah.
Abu Kuta mengatakan, Allah hanya menciptakan dua kelamin yaitu pria dan wanita.

Pria menampilkan diri dalam berbagai tingkah laku layaknya wanita sehingga apa yang disebut wanita pria (waria) dan juga sebaliknya wanita menampilkan diri menyerupai pria, itu hukumnya haram.
Jangankan itu, pria mengenakan baju wanita atau sebaliknya saja juga hukumnya sama.

“Jangan ubah kodrat seperti yang telah diberikan Allah. Manusia yang mengubah apa yang telah dikarunia Allah, maka ia tergolong orang yang tidak bersyukur atas pemberian Allah,” kata Abu Kuta Krueng.

Nada sama juga disampaikan Tgk H Tarmizi Yudon (Abati). Ketua HUDA Pijay menambahkan, bahwa apa yang dilancarkan Kapolres itu sudah sesuai syariat islam.
Menantu Abu Kuta Krueng ini mendukung langkah-langkah untuk menyelamatkan generasi dari perbuuatan yang bertentangan dengan Islam.

Hukum Allah ada diatas segala-galanya.
Baca: Ikut Aksi Bela AKBP Untung Sangaji, Gubernur Irwandi Yusuf: Kita Benci Perilaku LGBT

“Saya rasa HAM juga ingin mewujutkan manusia yang baik,” kata Abati Bandardua.
Ketua Nahdhatul Ulama (NU) Pijay, Tgk Marzuki HM Ali juga menyatakan dukungan terhadap apa yang selama ini dilakukan Kapolres Aceh Utara.

“Saya rasa semua masyarakat terutama semua organisasi kemasyarakatan apalagi termasuk Ormas islam juga sangat sependapat tentang hal tersebut,” kata Tgk Mar yang juga Ketua Baitul Mal Pijay.[] Serambi

  • 70
    Shares
Ke Atas