Peristiwa

26 Desember Direkomendasi Jadi Hari Ketangguhan Bencana Nasional

Mercinews.com, Banda Aceh – Puluhan perwakilan komunitas yang aktif dalam tugas-tugas pengurangan risiko dan penanggulangan bencana merekomendasikan kepada Pemerintah Pusat untuk menetapkan tanggal 26 Desember sebagai Hari Ketangguhan Bencana Nasional.

Rekomendasi yang ditandatangani bersama itu merupakan rangkaian diskusi publik ‘refleksi 13 tahun tsunami’ yang diinisiasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Kota Banda Aceh di Aula BPBA, Minggu (24/12).

Diskusi publik tersebut menghadirkan narasumber Drs Sulaiman Abda MSi (Wakil Ketua DPRA), Nasir Nurdin (Ketua Forum PRB Aceh), Dr Didik Sugianto MT (Pakar Kebencanaan Aceh), dan Ir Muhammad Syahril MM (Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBA).

Peserta diskusi sebanyak 90 orang dari perwakilan komunitas di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar menyepakati dan merekomendasikan kepada Pemerintah Pusat untuk mencanangkan Hari Ketangguhan Bencana Nasional setiap 26 Desember.

Munculnya rekomendasi tersebut mengingat bencana gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 merupakan salah satu bencana terbesar sepanjang sejarah Indonesia, bahkan dunia. Kegiatan utama Hari Ketangguhan Bencana Nasional adalah melaksanakan Pekan Ketangguhan Bencana.

Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin menyambut baik rekomendasi yang dihasilkan lintas komunitas untuk menjadikan 26 Desember sebagai Hari Ketangguhan Bencana Nasional.

“Bencana dahsyat 26 Desember 2004 bukan hanya menjadi sejarah bagi Aceh dan Indonesia tetapi juga dunia. Semoga Pemerintah Pusat mempertimbangkan usulan ini,” kata Nasir.

Rekomendasi lainnya yang dihasilkan melalui diskusi publik tersebut adalah memasukkan kata ‘smong’ ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Smong dikenal di kalangan masyarakat Simeulue sebagai gelombang besar (tsunami) yang tetap hidup sebagai kearifan lokal di masyarakat kepulauan tersebut.

Ke Atas