Editorial

Partai Aceh dan Partai Nanggroe Aceh Bisa Saja Membuat Koalisi Baru

Mercinews.com, KITA semua bukan berbeda, tetapi kita hanya beragam saja. Beragam suku, beragam profesi, beragam wilayah, beragam partai, beragam tingkat ekonomi, beragam tingkat pendidikan, beragam pengalaman, beragam tingkat iman dan berbagai keberagaman lainnya. Maka teruslah mencari persamaan dari berbagai sisi dan sudut pandang, karena hanya dengan cara itulah sikap toleransi bisa terbangun, perdamaian ini akan terjaga dan pembangunan bisa terus dipacu.

Ini bukan retorika namun sesuatu yang bisa kita kerjakan dan wujudkan. Pada kesempatan ini penulis mencoba memaparkan beberapa hal mendasar dan sangat mungkin untuk kita mulai;

1. Meyakinkan Diri Sendiri

Bisakah kita bersama dan terus bersama? Bersama yang penulis maksud bukan seragam karena kita memang beragam. Namun penulis ingin mengajak semua pembaca, khususnya rakyat Aceh, berfikir lebih positif. Bahwa kita memiliki seribu alasan untuk terus saling menyalahkan, namun kita juga memiliki seribu satu alasan untuk saling membenarkan, saling mendukung, saling mengisi, saling memberi, dan berjuta alasan lainnya untuk saling melengkapi. Artinya, alasan akan terus ada selama kita meyakininya.

Dalam konteks pembangunan Aceh, sebelum kita memulai lebih jauh seperti apa Aceh ingin kita bangun, terlebih dahulu kita mesti meyakinkan diri sendiri bahwa keberagaman kita merupakan satu kekuatan. Setelah keyakinan itu ada, maka rasakan bagaimana berjuta-juta alasan akan terus ada untuk kita saling melengkapi dan bahu membahu.

Cara ini jangan dibolak balik. Maksudnya jangan alasan dulu baru ditarik kesimpulan yakin atau tidak, karena otak kita bersifat baharu yang akan terus menambah alasan demi alasan sesuai dengan kecendrungan keyakinan.

Penulis selalu berkeyakinan bahwa semua orang pasti ingin membangun Aceh ke arah lebih baik. tidak ada kepala daerah dan atau wakil rakyat yang maju mencalonkan diri untuk menghancurkan Aceh. Lalu kenapa juga selama ini banyak yang “ribut” atas nama Rakyat? Bukankah DPRA, gubernur dan wakil gubenur semuanya dipilih oleh rakyat?

2. Mencoba Hal Baru

Materi yang sama, cara yang sama tidak akan selalu menghasilkan sesuatu yang sama, karena kita selalu berada di ruang dan waktu yang berbeda. Artinya pasti selalu ada hal baru, jadi jangan takut melakukan hal baru karena sesungguhnya kita tidak bisa menghindari hal baru.

Begitu juga dalam peta politik Aceh. Bukankah Partai Aceh (PA) dan Partai Nanggroe Aceh (PNA) bisa saja membuat koalisi baru sebagai koalisi pemerintahan? Atau bisa saja semua koalisi di parlemen membubarkan diri dan semua menjadi partai pendukung pemerintahan? Jadi mulai sekarang berhentilah berbicara, bersikap atau melakukan sesuatu yang bisa menyinggung perasaan sesama, apalagi berlebihan, karena bisa jadi kita semua kedepan berada dalam koalisi yang sama, koalisi rakyat Aceh demi kepentingan pembangunan Aceh.

3. Mengambil Peran

Irwandi – Nova dipilih dan memenangkan suara rakyat dalam pilkada kemarin dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya visi misi dan program unggulan yang sekarang akan diturunkan menjadi RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Aceh lima tahun kedepan. Adakah salah satu dari kita semua yang berusaha menghambat proses itu semua? Tentu jawabannya tidak, kalaupun ada upaya yang seolah-olah penghadangan, penulis beranggapan itu sebagai upaya mengambil peran agar semuanya benar-benar berjalan untuk kepentingan rakyat.

Maka bersyukurlah bila banyak yang mengkritisi, karena bisa menghilangkan kita dari penyakit yang paling berbahaya, yaitu penyakit “merasa”. Merasa sudah benar, merasa paling banyak bekerja, merasa paling mewakili rakyat dan merasa lain sebagainya.

Jadi mari kita semua mengambil peran dan tanggung jawab sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kita masing-masing dan hindari penyakit “merasa”.

Tulisan ini sengaja penulis tuang di hari hari pertama penulis akan mengabdikan diri pada rakyat Aceh di DPRA, semoga kehadiran penulis di DPRA bisa mewarnai dan menjadi perekat bagi semuanya. Seberapapun hebat diri kita masing-masing, “BERSAMA” jauh lebih baik.[] sumber:Portalsatu.com

*Penulis adalah Irwansyah atau dikenal Muksalmina. Mantan Ketua PNA yang kini dipercaya menggantikan Darwati A Gani di DPR Aceh. Muksalmina saat ini juga menjabat sebagai Ketua MTP PNA.

 

Ke Atas