Politik

Wali Nanggroe: Aceh Bepotensi Akan Konflik Kembali       

Mercinews.com, , Banda Aceh – Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar, menyebutkan jika Aceh masih terus ditipu oleh pemerintah pusat atas perjanjian yang telah di sepakati dalam MoU Helsinki, maka akan berpotensi menjurus kepada konflik kembali.

“Aceh nyo ka padum go di peunget lek Jakarta (Aceh ini sudah beberapa kali di tipu oleh Jakarta) ini bukan lagi ditipu tapi sudah dikhianati ini akan menjerus kepada konflik lagi,” hal itu disampaikan Malik Mahmud, saat usai bersiskusi dengan pimpinan DPRA dan beberapa tokoh petinggi GAM seperti Kamuddin Abu Bakar (Abu Razak) dan Zakarya Saman, membahas soal polemik UPPA, Selasa 17 Okteber 2017.

Namun demikian, kata Wali, pihaknya tetap menghindari akan tidak terjadinya konflik lagi di Aceh. Namun ia meminta agar pemerintah pusat dapat menghormati keputusan yang telah di sepakati dalam UUPA.

“Artinya persoalan bentrok kami akan tetap menghindarinya, tapi kami kembalikan kepada orang pusat, jangan sampai nanti orang Aceh berfikir persoalan ini akan berujung kepada konflik lagi.”

Sebagai Juru Runding yang ikut langsung dalam perundingan MoU Helsinki, Malik Mahmud meminta agar pemerintah pusat tidak mengotak-atik perjanjian yang telah disepakati. “Karena saat perjanjian dulu sudah kita sepakati duduk bersama dan disaksikan oleh orang luar.”

Untuk menyelamatkan perdamaian Aceh, maka pusat harus menghormati perjanjian MoU Helsinki dan UUPA

“Aceh nyoe ka padum goe di peunget le Jakarta, namun kita harapkan kali ini jangan,” tegasnya.[]

 

Mercinews.com memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

[email protected]

[email protected]

Copyright © 2016-2018 Mercinews.com. All Rights Reserved.

Ke Atas