Berita

WN Malek Mahmud Disebut Tidak Bisa Baca Alquran, Ini Kata Waled Nu

Banda Aceh – Pimpinan Dayah Ummul Ayman, Waled Nurzahri, menyikapi tudingan beberapa pihak yang menyebarkan fitnah bahwa Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar, tidak bisa membaca Alquran.

“Masya Allah. Waktu di Pidie Jaya, Wali Nanggroe berpidato dalam bahasa Aceh yang fasih. Beliau itu asal Aceh Besar. Bagaimana mungkin orang Aceh, apalagi yang segenerasi beliau tidak bisa membaca Alquran. Keterlaluan tuduhan itu,” kata Waled Nurzahri yang akrab disapa Waled Nu.

Waled Nu yang merupakan Ketua Tuha Peuet Lembaga Wali Nanggroe Aceh meminta masyarakat untuk berpikiran baik untuk setiap orang sebagaimana tuntunan Islam.

Tentang tudingan Malik Mahmud tidak pernah membaca khutbah Jumat, Waled Nu mengatakan, Allah tidak menyukai orang yang mengurus urusan pribadi orang lain.

“Berpikir baik saja. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kita,” kata Waled Nu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Waled Nu menyikapi dengan bijaksana kritikan beberapa pihak yang mempertanyakan fungsi Lembaga Wali Nanggroe (LWN) Aceh.

Untuk memperjelas tentang Wali Nanggroe, Waled Nu mengatakan, tiga bulan setelah ini, pihaknya akan mengadakan debat terbuka untuk umum dengan menghadirkan semua pihak, baik penentang ataupun pendukung.

“Dalam debat terbuka itu, insya Allah kita undang pula media-media supaya hasilnya dapat disampaikan ke seluruh rakyat. LWN ini penting dan punya kita bersama,” kata Waled Nu, kepada portalsatu.com, di Banda Aceh, Selasa 11 April 2017.

Kata Waled Nu, Tuha Peut dan semua pendukung kerja Wali Nanggroe baru dilantik bulan Agustus 2016.

Sebagaimana diketahui,  LWN adalah sistem pemerintahan yang merupakan amanah MoU Helsinki.

Wali Nanggroe Aceh bertugas menaungi adat dan kebudayaan Aceh. Dalam menjalankan tugas, Wali Nanggroe dibantu oleh Tuha Peuet, Tuha Lapan, dan para keurukon katibul wali.

Tuha Lapan Wali Nanggroe terdiri dari  imum mukim dari seluruh kabupaten/kota. Masing-masing wilayah mengirim dua imum mukim.

Wali Nanggroe Aceh ke 9, sekarang, dijabat oleh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, dengan masa tugas delapan tahun, sisa tugas lima tahun lagi.[]

Portalsatu.com

Mercinews.com memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

[email protected]

[email protected]

Copyright © 2016-2018 Mercinews.com. All Rights Reserved.

Ke Atas