Dunia Islam

Abu Paya Pasi: Geutanyoe Mandum Bek Sampe Lagee Panglima Tibang 

Mercinews.com, Aceh Timur- Ulama Kharismatik Aceh, Teungku H Muhammad Ali atau sering dikenal Abu Ali Paya Pasi, mengatakan modal utama dalam sebuah perjuangan adalah Lillahita’ala, bukan demi pangkat, harta, dan martabat seseorang. Jika itu dijalankan semua yang diinginkan Insya Allah akan berikan kepada hamba yang memintanya.

Hal itu disampaikan Abu Ali Paya Pasi saat mengisi tausiah  perayaakan hari ulang tahun Gerakan Aceh Merdeka ke-41 di Aceh Timur yang diselenggarakan di Pondok Pesantren  Darussa’adah Teupin Raya Aceh, Cabang Idi Cut, Gampong Seuneubok Aceh, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Senin 04 Desember 2017.

“Geutanyoe mandum bek sampe lage Panglima Tibang Muhammad, yang hanya demi jabatan sebagai panglima rela meminta kepada Belanda untuk memerangi dan membunuh bangsa Aceh. Dan geutanyoe mandum bek sampe dipeupake gara-gara peng bicah, karena digoep macam cara dimita celah untuk dipeu anco geutanyoe mandum, tapi atanyoe tergantung hate geutanyoe nyoe hoe taniek ba Aceh dimasa yang ukie,” kata Abu Paya Pasi.

Dirinya juga sangat mengharapkan kepada Umara (pemerintah)  Aceh untuk seiring dan seayun langkah dalam menjalankan agama Allah, jika itu menjadi sebuah prinsip, apapun hasutan dan fitnah dari pihak luar agama Allah tetap akan terjaga dengan baik dibumi Aceh ini.

“Nibak watenyan Sultan Muhammad Daud Syah sebagai Sultan Aceh yang terakhir, karena Aceh rencananya akan diperangi oleh Belanda atas permintaan Panglima Tibang Muhammad. Sultan Daud Syah meminta kepada Abu Tanoeh Abe (sebagai ulama pada saat itu) untuk mengambil keputusan, sedangkan yang menjadi Panglima Perang pada saat itu adalah Abu Chiek Ditiro (dari kalangan Umara)  karena sudah bersatunya umara dan ulama. Akhirnya Belanda memikir Dua kali untuk perang Aceh, namun akhirnya Aceh tetap di perang  atas desakan Panglima Tibang,” Sambung Ali Paya Pasui.

Dirinya berharap dengan Milad GAM KE-41 ini seluruh bangsa Aceh agar tidak lupa dengan perjuangan yang sudah dilalui bersama dan  saling menghargai, menghormati dan paling penting jangan sampai dipecah belah oleh pihak luar, karena bangsa Aceh adalah bangsa yang memiliki prinsip yang kuat.

“Kita harapkan kepada seluruh pemerintah Aceh, baik Gubernur, Kapolda, Pangdam dan seluruh pemerintah untuk sama-sama menjalankan agama Islam di Aceh secara kaffah, demi Aceh masa depan,” kata Abu Ali yang juga pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Huda, Aceh Timur.[]

Ke Atas