Bisnis

Anggota DPRA Apresiasi Tambak Udang Vaname di Aceh Barat

Mercinews.com, Aceh Barat – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) daerah pemilihan X, Iskadar Daod, meminta Pemerintah Aceh maupun kabupaten/kota melakukan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui budi daya udang vaname seperti yang dilakukan oleh salah seorang pengusaha di Aceh Barat, Amiruddin.

Hal tersebut disampaikan Iskandar Daod saat mengunjungi tambak budidaya udang vaname yang berada di Desa Suak Pandan, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (3/12) kemarin.

Menurut Iskandar, usaha budidaya udang vaname di atas lahan seluas 12 hektare yang saat ini ditekuni oleh Amiruddin, merupakan terobosan dibidang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Apa yang dilakukan oleh Amir ini merupakan terobosan yang harus didukung, dan diapresiasi untuk pengembangan ekonomi masyarakat pesisir barat selatan Aceh, Pemerintah Aceh dan pemerintah kab/kota melalui dinas terkait harus mengembangkan program udang vaname ini bagi nelayan ,” ujar Iskandar Daod.

Tak hanya Pemerintah Aceh dan kab/kota, ia juga berharap desa di wilayah pesisir barat selatan Aceh juga ikut melakukan budidaya udang vaname lewat Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

“Bagi masyakarat maupun pemerintah yang ingin mengembangkan usaha ini dapat belajar di tambak budidaya udang vaname milik Amiruddin ini. Beliau rasa cukup terbuka dan mau berbagi,” kata dia.

Iskandar mengatakan, apa yang dilakukan Amiruddin saat ini patut diberikan apresiasi, lantaran usaha yang dijalankannya itu kini telah menciptakan lapangan kerja baru yang secara berkesinambungan berbeda dengan jasa kontruksi.

“Usaha tambak udang vaname ini sangat berpotensi di wilayah pesisir barat selatan Aceh, bahkan kedepan usaha bidang perikanan modern ini akan menjadi bidang usaha masyarakat terutama di wilayah pesisir. Selain memiliki keunggulan, udang vaname juga tahan dari jenis penyakit dan pertumbuhanya juga relatif cepat. Kami berharap Aceh Barat kedepan sebagai salah satu sentra produksi ekspor udang vaname,” ujarnya.

Sementara itu, pengusaha tambak udang vaname Amiruddin mengatakan, pengembangan usaha budidaya udang vaname dilakukannya berawal dari studi banding ke beberapa lokasi di Sumatera Utara yang berhasil mengembangkan usaha itu.

Dari sanalah, ia tertarik mengambangkan usaha tambak udang vaname tersebut. Dan dibantu tim tekhnis dari PT CP Prima, ia nekat mengembangkan usaha tersebut. Saat ini, Amir telah membuka 11 tambak udang yang telah ditaburi satu juta benih udang.

“Jumlah tambak ada 28 kolam, 11 diantaranya ada 11 kolam yang merupakan tempat budidaya udang vaname, dan lainnya merupakan kolam untuk bibit ikan seperti nila, kakap dan lele,” ujarnya.

Dengan usaha tambak budidaya udang itu, Amir telah berhasil menyerap sebanyak 15 orang tenaga kerja yang bertugas merawat dan membesarkan udang-udang vaname hingga layak jual.

“Udang ini kualitas ekspor dengan harga Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu sesuai dengan usia budi dayanya. Kalau usia dua bulan itu mencapai Rp 70 ribu rupiah, dan untuk yang usia tiga bulan atau siap panen itu harganya Rp 100 ribu rupiah. Udang ini merupakan udang ekspor seperti ke Eropa dan Amerika,” jelasnya.[]

Ke Atas